Pada ayat 7 & 8 dari QS Ash-Shaf, kalimat penutup dari masing2 dua ayat tsb adalah :
“…. WA LAU KARIHAL KAAFIRUUN” di ayat 7
“…. WA LAU KARIHAL MUSYRIKUUN” di ayat 8

Kafir & Musyrik pada hakikatnya sama, yaitu lawan dari pada Keimanan … tapi mengapa di ayat 7 & 8 QS Ash-Shaf tsb, Allah menyampaikan kata penutup yang berbeda ? … apakah Allah hanya ingin sekedar menyampaikan variasi kata/kalimat …? Sekali2 bukan ..

Imam Fakhrudin Ar-Razi dlm tafsirnya Mafatihul Ghaib menyampaikan bahwa pada ayat ke 7 konteks ayatnya tentang penegasan Allah tentang kemustahilan upaya orang-orang yang hendak menutupi & memadamkan cahaya-Nya, karena itu lah penutup ayat 7 tsb menggunakan kata KAAFIRUN yang makna bahasanya adalah orang2 yang menutupi

Sedangkan pada ayat ke 8 konteksnya tentang janji Allah tentang kemenangan Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw) & risalah Islam yang dibawanya atas seluruh Dien yang lain, termasuk paganisme yang dianut oleh bangsa Arab khususnya musyrikin Quraisy, – kaum yang permusuhan & pertarungannya dihadapi langsung oleh Nabi Muhammad saw & kaum muslimin, karena itulah penutup ayat 8 tsb menggunakan kata MUSYRIKUUN, utk lebih mempertegas konteks ayat

والله اعلم