Ada yang menarik dari QS Ash-Shaf, yang redaksi ayatnya sering disalahpahami oleh sebagian orang
“يأيهاالذين أمنوا لم تقولون ما لا تفعلون”
(Hai Orang2 Yang Beriman Mengapa Kalian Mengatakan Apa Yang Tidak Kalian Lakukan) QS 62:2

Sebagian orang memahami ayat ini dengan pemahaman yang kurang tepat, sehingga mengambil sikap cuek & tdk mau terlibat dlm amar ma’ruf & nahi munkar, karena takut dengan redaksi ayat tsb & ayat sesudahnya, dengan alasan merasa belum mampu melakukan kebaikan yang dinasihatkannya atau belum mampu meninggalkan kemungkaran yang dinasihatkannya utk dijauhi.

Padahal tidaklah Allah memilih redaksi kalimat dalam suatu ayat kecuali mengandung hikmah yang agung. Mengapa dalam ayat tsb Allah tdk menggunakan redaksi “ … Mengapa Kalian Tidak Melakukan Apa Yang Kalian Katakan “, tapi menggunakan redaksi “ … Mengapa Kalian Mengatakan Apa Yang Tidak Kalian Lakukan”. Dua redaksi kalimat tsb mempunyai makna & konteks yang berbeda

Jika redaksi kalimatnya adalah :” … Mengapa Kalian Tidak Melakukan Apa Yang Kalian Katakan “, tentu akan sangat berat bagi manusia kebanyakan. Apakah setiap orang yang memberikan nasihat kebaikan harus selalu melakukan sama persis seperti apa yang dinasihatkannya ..? Apakah setiap orang yang memberikan ilmu tentang haji, harus melakukan haji juga ? sedangkan dia sendiri secara finansial belum mampu. Apakah setiap orang yang memberikan ilmu tentang zakat, harus menunaikan zakat ? sedangkan dia sendiri bukan tergolong orang kaya. Apakah setiap orang yang menasihati pejabat/pemimpin utk berbuat adil & amanah, harus jadi pejabat/pemimpin dulu ?
Jika demikian halnya, maka rasanya tidak akan ada manusia yang sanggup melakukan amar ma’ruf & nahi munkar, kecuali hanya para Nabi & Rasul

Maka Maha Benar Allah yang telah memilih redaksi kalimat seperti yang disebutkan di QS Ash-Shaf ayat 2 tsb. Konteks ayat tsb adalah memberikan arahan kepada orang2 beriman agar tidak mengklaim amal perbuatan yang sebenarnya tdk dilakukannya atau melalukan hal yang berbanding terbalik dengan kebaikan yang dinasihatkan/disampaikannya.

Semoga Allah selalu memberikan kekuatan kepada kita utk bisa melakukan nasihat2 kebaikan yang mungkin pernah kita sampaikan dan melindungi kita dari amal perbuatan yang bertolak belakang dengan kebaikan2 yang pernah kita nasihatkan

Ref: روائع التفسيرابن رجب الحنبلي

والله اعلم