Pada ayat penutup QS As-Shaf, Nabi Isa a.s menyeru kepada para murid2 nya yang lebih dikenal dengan nama Hawariyyin, utk membantu beliau dlm perjuangan di jalan Allah menegakkan risalah yang dibawanya

Menarik kalau dicermati redaksi kalimat yang dipilih dlm ayat penutup QS Ash-Shaf tsb …

Nabi Isa a.s menyeru Hawariyyin dengan redaksi kalimat :
“…Man ANSHORII Ilallah?”
( … Siapakah PENOLONG2KU (Dlm Menegakkan Agama ) Allah ?)

Hawariyyin menjawab seruan tsb dgn redaksi kalimat :
” …Nahnu ANSHORULLAH”
(… Kamilah PENOLONG2 (AGAMA) ALLAH)

Secara padanan kalimat, antara seruan Nabi Isa a.s & jawaban Hawariyyin harusnya sbb :
– Ketika seruan Nabi Isa a s redaksinya “Man ANSHORI Ilallah?”(Siapakah PENOLONG2-KU (Dlm Menegakkan Agama) Allah ?)
Maka jawaban yg sepadan adalah “Nahnu ANSHORU-KA Ilallah”(Kami PENOLONG2 ENGKAU (Dlm Menegakkan Agama) Allah)

– Ketika jawaban Hawariyyin redaksinya “Nahnu ANSHORULLAH”(Kami PENOLONG2 (AGAMA) ALLAH)
Maka seruan yg sepadan adalah “Man ANSHORULLAH”(Siapakah PENOLONG2 (AGAMA) ALLAH)

Mengapa redaksi kalimat pada ayat penutup QS Ash-Shaf tsb seperti apa yg kita baca dlm mushaf ? …

Pemilihan redaksi2 kalimat tsb seakan mengisyaratkan pelajaran penting yaitu, isyarat kepada setiap tokoh/pemimpin umat agar berjuang bersama2 umatnya sesusah sepenanggungan, bukan duduk di menara gading, karena itu redaksi seruan yg disampaikan Nabi Isa a.s adalah seperti yg tercantum di ayat penutup QS Ash-Shaf tsb, yg mengisyaratkan konteks kebersamaan dlm perjuangan.

Seandainya redaksi kalimat yg diserukan adalah “Man ANSHORULLAH” maka kontekas yg tersirat adalah Nabi Isa a.s hanya sekedar menyeru, karena tdk menisbatkan seruan tsb kepada diri beliau

ٍٍSedangkan redaksi kalimat jawaban yang diungkapkan Hawariyyin merupakan isyarat kepada setiap pengikut untuk menjadikan Allah sebagai tujuan & fokus perjuangannya, bukan tokoh/pemimpin yang diikutinya sehingga terhindar dari figuritas yang merupakan virus berbahaya dlm setiap perjuangan menolong agama Allah, karena itu redaksi jawaban yg disampaikan Hawariyyin adalah seperti yg tercantum di ayat penutup QS As-Shaf tsb, yg mengandung konteks Allah sebagai tujuan & fokus

Seandainya redaksi jawaban Hawariyyin adalah “Nahnu ANSHORU-KA Ilallah”, maka konteks yg tersirat adalah fokus kepada figuritas pemimpin/tokoh, sehingga jika pemimpin/tokoh yg diikuti dlm perjuangan tsb menyimpang maka pengikutnya ikut menyimpang, atau jika pemimpin/tokoh yg di ikuti tsb wafat, maka berhenti juga perjuangan para pengikutnya

والله اعلم