Dalam mushaf, QS Ash-Shaf terletak sebelum QS Al-Jumu’ah. Diantara keterkaitan QS Ash-Shaf dengan QS Al-Jumu’ah antara lain :

– Dalam QS Al-Jumu’ah Allah menyindir orang2 Yahudi dengan permisalan seperti keledai yang memikul kitab2 besar, yang merupakan sebuah permisalan bagi orang2 yang berilmu tapi tidak mengamalkan ilmunya, sebagaimana orang2 Yahudi yang mengetahui kenabian & risalah Nabi Muhammad saw melalui kitab Taurat, sebagai sumber ilmu mereka, tapi mereka mengingkarinya
– Dalam QS As-Shaf Allah menegur & mengingatkan orang2 beriman, mengapa mereka mengatakan apa2 yang tidak mereka lakukan. Yang konteksnya hampir mirip dengan yang disebutkan di QS Al-Jumu’ah tadi sebelumnya

– Dalam QS Al-Jumu’ah, orang beriman yang memenuhi syarat diwajibkan utk melakukan shalat Jumat, – satu2nya shalat yang semua ulama sepakat, wajib dilakukan dengan berjama’ah – yang dengan hal tsb bisa terlihat barisan shaf-shaf kaum muslimin sebagai sebuah syiar
– Dalam QS As-Shaf, Allah mencintai orang2 yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur & tersusun rapih, seperti bangunan saling menopang satu sama lain

– Dalam QS Al-Jumu’ah, orang2 beriman diperintahkan utk segera meninggalkan perniagaan yang sdg dilakukan, ketika panggilan utk shalat Jumat sdh berkumandang
– Dalam QS As-Shaf, Allah menawarkan/menunjukan perniagaan yang bisa menghindarkan diri dari adzab yang pedih

– Dalam QS Al-Jumu’ah, jamaah shalat Jumat berhamburan menuju kafilah dagang yang baru tiba di Madinah, meninggalkan Nabi Muhammad saw yang sedang berkhutbah
– Dalam QS Ash-Shaf, Nabi Musa a.s bertanya kepada kaumnya ( Bani Israil ) mengapa mereka selalu menyakitinya, padahal mereka mengetahui bahwa beliau adalah Nabi & Rasul yang diutus kepada mereka

والله اعلم